Literasi digital merupakan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi. Literasi digital mencakup tiga kemampuan, yaitu kompetensi pemanfaatan teknologi, memaknai dan memahami teknologi, memaknai dan memahami konten digital serta menilai kredibilitasnya, meneliti dan mengkomunikasikan dengan alat yang tepat.

Sebagaimana telah ditetapkan program kerja Bidang Humas Komunikasi Informasi dan Teknologi Karang Taruna Fajar Muda Desa Mereng yakni Pelatihan Literasi Digital bagi warga Karang Taruna ini bertujuan meningkatkan kecakapan generasi muda dalam bidang literasi digital. Pelatihan ini mengacu pada indikator-indikator yang meliputi:

-          Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi digital yang dimiliki setiap fasilitas publik

-          Meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi digital setiap hari

-          Meningkatnya jumlah bacaan literasi digital yang dibaca oleh masyarakat setiap hari

-          Meningkatnya jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi dalam penyediaan bahan bacaan literasi digital

-          Meningkatnya jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi digital

-          Meningkatnya jumlah kegiatan literasi digital yang ada di masyarakat

-          Meningkatnya pemanfaatan media digital dan internet dalam memberikan akses informasi dan layanan publik

-          Meningkatnya pemahaman masyarakat terkait penggunaan internet dan UU ITE

-          Meningkatnya angka ketersediaan akses dan pengguna (melek) internet di suatu daerah

-          Meningkatnya jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat.

Untuk dapat mencapai tujuan dari indikator di atas, strategi yang diterapkan Karang Taruna Desa Mereng meliputi:

-          Penguatan kapasitas fasilitator

1.      Pelatihan penggunaan aplikasi atau perangkat digital

2.      Pelatihan penulisan dan pembuatan blog atau media jurnal harian daring

3.      Pelatihan penggunaan perangkat atau aplikasi internet yang bijaksana

4.      Sosialisasi bahan referensi tentang Hukum dan Etika dalam menggunakan media digital

-          Peningkatan Jumlah dan Ragam Sumber Belajar Bermutu: Koran, majalah, atau buku di ruang publik.

-          Perluasan Akses Internet di Ruang Publik

-          Peningkatan Pelibatan Publik: sharing session

-          Penguatan Tata Kelola: Pembuatan Kesepakatan atau aturan, pengalokasian anggaran khusus dalam dana desa

 

Adapun manfaat dari kecapakan literasi digital bagi pemuda adalah sebagai berikut:

-          Menghemat waktu (mencari referensi di internet dapat dilakukan kapan dan dimana saja)

-          Lebih hemat biaya (banyak situs dan aplikasi gratis di internet)

-          Memperluas jaringan (menambah teman baru dari berbagai wilayah dan Negara melalui media sosial)

-          Membuat keputusan yang lebih baik (mencari tahu dan membandingkan harga sebuah produk melalui internet)

-          Belajar lebih cepat dan efisien (mencari arti kata tertentu menggunakan aplikasi KBBI)

-          Memperoleh informasi terkini dengan cepat

-          Ramah lingkungan (menghemat kertas dengan buku elektronik)

-          Memperkaya keterampilan (membuat percobaan sains dengna melihat tutorial yang ada)

 

Komponen-komponen dalam literasi digital meliputi:

1.      Social networking (facebook, twitter, linkedln, instagram, tiktok, whatsapp)

2.      Transliteracy (platform membuat konten, grup diskusi)

3.      Maintaining privacy (memahami cyber crime)

4.      Managing identify (penggunaan identitas secara tepat di sosial media)

5.      Creating content (membuat konten di platform seperti powtoon, blogspot, wordpress, dll)

6.      Organizing and sharing content (mengatur dan membagikan konten informasi)

7.      Reusing/repurposing content (membuat atau mengolah kembali konten)

8.      Filtering and selecting content (kemampuan mencari dan menyaring informasi)

9.      Self broadcasting (membagikan ide dan gagasan menarik serta konten multimedia melalui berbagai platform)


Demikian pentingnya kecakapan literasi digital untuk dikuasai oleh generasi muda, maka pada 6 Maret 2022 dibentuklah Gerakan Mereng Literasi Digital (Gemlidig) yang di dalamnya terdiri atas pemuda-pemuda Desa Mereng yang berminat untuk meningkatkan keterampilan di bidang desain grafis, konten youtube, dan sejenisnya.